Bitch!

July 11, 2008

SHE’S REALLY A BITCH!!! ARRRRRRRRRGGGGGGGGGHHHHHHHHHH

I Think I Can

January 17, 2008

Entah mengapa, menghadapi pekerjaan baru ini, dibenak saya sering kali timbul keragu-raguan (dan juga ketakutan) mungkin saya takut salah melakukannya atau juga mungkin karena saya belum bisa mengerjakannya. Kalo dipikir-pikir ini juga akibat dari hampir 1 tahun lebih terjebak dalam kondisi yang “tidak belajar-dan tidak berkembang”. Disini saya bener-bener “bekerja” dalam arti sebenarnya, engga cuma duduk dan cek-cek email plus chatting sepanjang hari. Walaupun disini saya masih bisa (bahkan bagian dari pekerjaan soalnya kan bos ada di Canada jadi email dan chat dipakai setiap hari) cek email dan chatting, tapi saya merasa beneran “bekerja” . Yah kira-kira 6 bulan sampai 1 tahun pertama saya di kantor lama bisa dibilang banyak banget yang harus saya pelajari sebagai seorang fresh graduate. Tahun kedua saya seperti nya stuck dan terjebak dalam pola “makan gaji buta” hamper tiap hari kerjaan saya gak jelas, yang rutin ya cuma cek kampung dan chatting, bener-bener gak berkembang deh.

Sekarang kerjaan saya jelas. Semua report dan perkembangan pekerjaan musti di apload ke google spreadsheet setiap hari. Setiap tugas baru dating bos akan mengajak skype meeting dan saya akan dapat email “Your Next Task” dari bos saya, dan asik nya lagi dia gak pernah menerapkan deadline ketat dan hanya menuliskan There is no spesific deadline for these projects but I do expect that you do your best to finish it in a timely manner with the result that we can use to implement our marketing plan. Waktu awal saya liat email “Next Task” hati saya menclos. Dan mulai lah gelombang kepanikan menghampiri saya. Saya takut salah dan gak bisa mengerjakan tugas yang diberikan dengan hasil yang memuaskan. Alhasil belum apa-apa saya udah memutuskan bahwa Marketing itu sux dan saya cuma bisa dibagian administrative nya aja…hahahaha..

Tapi saya bersyukur, segala sesuatu disini engga begitu aja diserahkan ke saya tanpa training dan penjelasan yang memadai. Semua nya ditransisikan secara detail dan yang paling menakjubkan saya dikasih panduan Marketing and Sales 101. Walaupun saya dibagian administrative support, saya tetep harus mengetahui how company running their business. Apalagi saya kan bagian support marketing. Saya juga di daftarkan kursus Bahasa Inggris online. Hah! Assikkkk!. Saya bener-bener banyak belajar disini.

I think I did a great job di awal-awal minggu ini. Saya bisa tau itu karena bos saya engga segan-segan memuji hasil kerja saya kalau itu emang bener-bener bagus. Hari ini bos saya bilang “You did a great job” dan “ I appreciate your initiative” bener-bener melegakan dan mudah-mudahan semakin lama saya engga ketakutan lagi menghadapin tantangan lain yang akan datang nantinya.

What’s new

January 11, 2008

After away from job, internet and blog for more than 1 month.
Here I am back on my seat.

What’s new on me this time, the biggest change in 2008 : Pindah kantor ke http://studiluarnegeri.com a wide learning opportunity for me especially in marketing management, walaupun kantor ini terasa lebih sepi dari kantor yg dulu, karena basic usahanya yg kebanyakan dilakukan via online antara Canada-Indonesia ya jadinya karyawannya engga banyak. Hal ini yang juga menjadi penyesuaian terbesar saya:D. No more nge gosip di jam kerja, dan no more going out to the nearest mall on Friday.

After 1 week working, satu-satu nya yg bisa saya keluhkan adalah Transitas 510 yang ampun2an penuhnya…grrhhhhh!!!

Cluelesssssssssssssss

January 30, 2007

Awalnya, saya hampir yakin bahwa akan selamanya stuck di sebuah meja pojokan lantai 1 bersama seorang bos yang kerjaannya memberengut terus setiap hari. He barely can’t smile. tapi ternyata saya mendapatkan promosi untuk pindah ke lantai dua menjadi “sekretaris” Ian Bishop. Senangnya punya bos bule yang ganteng…hihihihihi. Tapi lalu, kontrak si bos bule itu habis dan ia kembali ke alam nya mulai bulan Desember 2006 lalu. Entah bagaimana kabarnya sekarang…emmmm, agak-agak sombong nih sekarang dia.

Bos saya saat ini seorang perempuan. Baik dan kadang lucu. Pintar dan sangan down to earth. Engga sok ngeboss juga. Tapi, belum genap 2 bulan saya mendapat bos baru, saya akan dipromosikan lagi menjadi sekretaris “senior” untuk vice chancellor. But this time, instead of happy being promoted (again!!) I feel clueless, really. Pasalnya saya tidak pernah menganggap sebagai orang yang “pantas” untuk diangkat menjadi sekretaris senior. Pertama!, ada staf lain yang lebih senior dari saya. Oke lah mungkin keuntungan saya lebih pada kemampuan Bahasa Inggris yang lumayan. Tapi kannnn, males dong entar kalo ada bisik-bisik tetangga tentang saya being promoted menyalip staf senior lain?… (ragu), terus yang kedua, basic saya bukan seorang sekretaris lulusan sekolah sekretaris. Jadi ya..maap-maap kalo pengorganisasian dokumen saya agak sedikit buruk (sedikit lohhhh!), misalnya menumpuk banyak kertas dimeja kerja!. Terus, saya juga engga terlalu jago Excel!! (ragu lagi)…jadi sekretarisnya vice chancellor, yang kerjaannya banyak, menangani berbagai urusan. Deal dengan berbagai persoalan….(emmm gubraks!…)

Tapi!, saya selalu menyukai tantangan baru. Walau clueless, ada sedikit keinginan untuk mulai lagi belajar menghadapai hal-hal dan tantangan yang lebih besar nantinya. But for now! saya benar-benar harus meredakan “sakit perut” setiap kali mendengar akan move ke lantai tiga “THE BIG ROOM” *halah*

*baru aja calon bos baru ke ruangan dan bilang “nanti komputernya ga usah dibawa, kamu pake komputer diatas” *sakit perut lagi* — kaburrr

ditolak!

November 29, 2006

wah untung aja saya mendengarkan beberapa saran dari teman-teman di kampung supaya engga resign dulu sebelum dapet kerjaan baru, klo engga mungkin sekarang saya sudah jobless. hiks..karena ternyata baru aja nerima email penolakan..fufufufu…

Dear Sir / Madam,

Following up our last interview, we thank you for your recent application at PT.XXX.

We also appreciate your interest for working in our company.

After reviewing your credentials and interview results and discussing the options available to us, we have concluded to accepting another applicant.

Again, thank you for your interest in PT.XXX.

Sincerely,

PT.XXX
Human Resources Department

*sedih-sedih-sedih*
-ada yang mau ngirimin es krim Haagen Dasz rasa Macha seember ga?*