Pre-
Akhirnya aku seketika terdampar
Dari hempasan ombak mu
Sejak itu aku tahu air laut bukanlah biru
Namun merah seperti luka.
Mengapa pagi ini ketika kubangun dari kematian sesaat.
Ingatan akan engkau
dengan senyum mengembun pada dinding merah hatiku.
Seketika hadir dalam ingatan.
Namun aku tak ingat lagi,
apakah memori tentang engkau yang hadir pagi itu
Adalah ingatan yang berwarna-warna.
Ataukah ingatan dan sosokmu telah menjadi film bisu hitam-putih
Semenjak luka itu tertoreh di hatiku ini.
Ketika aku merindu.
Kuhirup sepenuh dada perasaan yang menelusup ini ke dalam relung hatiku.
Ku kecap aroma laut pada lidahku.
Aroma ataukah sebuah debur gelombang mu memasuki tiap senti indera pengecapku.
Laut, selalu ku ingat sebagai rasa yang membaurkan rindu akan ciumanmu.
Ini, bagaikan ketika kita berdua berbaring telanjang di atas pasir.
Pasir, selalu kuingat sebagai kehangatan dan kelembutan kulitmu.
Aku tak peduli hiruk pikuk kegaduhan yang bising di sekelilingku.
Bising yang menjelma kemarahan.
Kemarahan yang menjadi frustasi.
Karena ingatanku ini memuai mejadi biru.
Mengalir membentuk sungai demikian sedih menelusuri kulit wajahku.
Disemilir angin…
Oh, sudah lama sekali sejak aku pernah menangis merindu mu.
Kubenamkan jemari kaki ku pada pasir pantai yang menghangat melandai.
Pada bukit pasir yang sepi dan luas.
Mengingatkanku bahwa engkau begitu jauh berdiri di puncak bukit.
Desing angin dan pasir yang berterbangan sudah membuat ku buta memandangmu.
Mengapakah sebentuk wajah yang tercetak pada bukit pasir itu selalu wajahmu?
Aku tenggelam.
Pada ingatan pagi itu.
Mengayuh kedua tangan dan kaki ku yang letih.
Mencari permukaan dimana setitik sinar bulan tertimpa cahaya di atas air.
Oceania, 20 September 2005
akhirnya jadi juga short story terbaru saya (setelah sempat vakum nulis karena satu dan lain hal, dan juga krn insiden terhapus dihapusnya draft novel setebal 215 halaman yang sempat bikin saya jadi depresi memikirkan hilangnya ide-ide tulisan di kepala saya..writerblock suck!!).
Judul short story ini oceania. tadinya sih judulnya oceanus, tapi ngeri di gugat sama bodyshop karena mereka udah pake nama itu buat salah satu produknya..hehehe..
cerpen ini sempat di baca sama mba rina dan sempat mengalami refisi sedikit berdasarkan saran dari beliau-sempat diledekin krn adegan mesranya kurah HOT-
…entah ya mau di kemanain ni cerpen, karena menurut saya masih kurang meng-gigit ceritanya alias jelek pisan. malu kalo harus di kirim ke mana gituuuu..tapi lumayan di buat hanya dalam waktu satu hari pas liburan kmrn. kalau puisinya sih udah lama bikinnya..20 september 2005, entah kenapa puisi ini terasa cucok dengan cerita Oceania.
oh iya klo ada yg kurang kerjaan, bengong dan bosan terus mau baca cerpen kuh ini..just let me know..you know how to reach me right?? hehehe