matacahaya!

Prim Prose, PoemJuly 25, 2007 7:16 am

Her :
I thought I am not those girls who choose to stay in pain anymore. I thought the whole phase of “I am depressed-no one understand me-I am so fucking alone” has passed me. But guessed I am wrong. Now after two solid years, after all ups and down, cries and laughs. I know that feeling still there. I still sad. I still am.

Me :
You know I am trying. I was trying so hard. I always back again on a split second after disappointment number fifty. Nevertheless my plastic smile melted on a burning fire. I felt it too, the burning sensation on my heart.

Her :
So was me. And yet again you are lucky. He loves you repeatedly. A habit too wonderful I thought of as something I could never receive. The winner in me came to the surface just to sensibility his love. I know my presence would make you feel that burning sensation. But, I am someone living in. My wound still bleeding and throbbing.

Me :
I know you’re there. I know we’re both trying. I know you’ll be more suffering for me. That’s made you part of me. The one that makes me want to follow you. That’s made you mine.

*photo taken from pinkumbrella14 without her permission :D

Prim Prose, Poem, loveableOctober 9, 2006 9:10 am

It’s October 8th 2006, one month a go when we are on the phone. Talking about the reason why I should avoid you.

And later on I know that you were born on an 18 of May 1982. While, I was born on June 28, 1982.

October 8, 2006
May 18, 1982
June 28, 1982
Do you believe in numerology?

I want to blog something other than that number. And off course the will to avoid you itself ruins every number i counted.

I love to laugh out loud when you tell me the silly matter about fallin in love.

My superstitious thought about the “8” things

The hardest part of them all, oh well! your crazy brown eyes looking at me and says! “we’re a baby on 8″

Prim Prose, PoemSeptember 26, 2006 7:17 am

Daydream delusion, limousine eyelash
Oh baby with your pretty face
Drop a tear in my wineglass
Look at those big eyes
See what you mean to me
Sweet-cakes and milkshakes

I’m a delusion angel
I’m a fantasy parade
I want you to know what I think
Don’t want you to guess anymore
You have no idea where I came from
We have no idea where we’re going
Lodged in life
Like branches in a river
Flowing downstream
Caught in the current

I carry you
You’ll carry me
That’s how it could be
Don’t you know me?
Don’t you know me by now?

Dominik Castell as Streetpoet at Before Sunrise

Kamu, ya kamu! Don’t You Know Me?

Prim Prose, PoemAugust 28, 2006 2:39 am

aku sedih seperti seekor kumbang Kepik itu.
ketika menyadari bahwa sesunggunya ia tak menyukai warna sayapnya.
sayap yang berbeda dari kebanyakan Kepik lain.
Kepik lain bersayap merah dengan totol hitam besar di tengah.
Kepik itu bersayap Jingga pudar.

satu-satunya Tuhan yang aku tahu adalah Engkau.
ia menyambar-nyambar angin dengan ganas.
seketika kedua tulang sayapnya menjadi lelah.
warna jingga pudar itu tak juga menjadi cerah.
lalu apa kekuatanku?.
ia bertanya kepada satu-satu nya Tuhan yang ia tahu.

dan ketika air mata ku meleleh, melewati kenangan buram ketika Kepik menyalahkan Tuhan.
Keping melempar senyum pahit takala sayap jingga pudarnya jatuh terluka.
ini mendera…
begitu sakit…
begitu nyata…
sayap mengabur menjadi asap dan abu terbakar.

gelombang pedih menyiksa.
kepik dan aku nanar bertatapan.
darah menetes dari ujung pisau tajam dalam genggamanku.
“lebih baik punya sayap berbeda atau tidak sama sekali?” tanyaku padanya.
“tidak usah bertanya, potong saja yang sebelah lagi”
ini mendera…
begitu sakit…
begitu nyata…
sayap mengabur menjadi asap dan abu terbakar.

Fish Tank, Prim Prose, PoemApril 18, 2006 9:11 am

Pre-
Akhirnya aku seketika terdampar
Dari hempasan ombak mu
Sejak itu aku tahu air laut bukanlah biru
Namun merah seperti luka.

Mengapa pagi ini ketika kubangun dari kematian sesaat.
Ingatan akan engkau
dengan senyum mengembun pada dinding merah hatiku.
Seketika hadir dalam ingatan.

Namun aku tak ingat lagi,
apakah memori tentang engkau yang hadir pagi itu
Adalah ingatan yang berwarna-warna.
Ataukah ingatan dan sosokmu telah menjadi film bisu hitam-putih
Semenjak luka itu tertoreh di hatiku ini.

Ketika aku merindu.
Kuhirup sepenuh dada perasaan yang menelusup ini ke dalam relung hatiku.
Ku kecap aroma laut pada lidahku.
Aroma ataukah sebuah debur gelombang mu memasuki tiap senti indera pengecapku.
Laut, selalu ku ingat sebagai rasa yang membaurkan rindu akan ciumanmu.

Ini, bagaikan ketika kita berdua berbaring telanjang di atas pasir.
Pasir, selalu kuingat sebagai kehangatan dan kelembutan kulitmu.

Aku tak peduli hiruk pikuk kegaduhan yang bising di sekelilingku.
Bising yang menjelma kemarahan.
Kemarahan yang menjadi frustasi.
Karena ingatanku ini memuai mejadi biru.
Mengalir membentuk sungai demikian sedih menelusuri kulit wajahku.

Disemilir angin…
Oh, sudah lama sekali sejak aku pernah menangis merindu mu.

Kubenamkan jemari kaki ku pada pasir pantai yang menghangat melandai.
Pada bukit pasir yang sepi dan luas.
Mengingatkanku bahwa engkau begitu jauh berdiri di puncak bukit.
Desing angin dan pasir yang berterbangan sudah membuat ku buta memandangmu.

Mengapakah sebentuk wajah yang tercetak pada bukit pasir itu selalu wajahmu?

Aku tenggelam.
Pada ingatan pagi itu.
Mengayuh kedua tangan dan kaki ku yang letih.
Mencari permukaan dimana setitik sinar bulan tertimpa cahaya di atas air.

Oceania, 20 September 2005

akhirnya jadi juga short story terbaru saya (setelah sempat vakum nulis karena satu dan lain hal, dan juga krn insiden terhapus dihapusnya draft novel setebal 215 halaman yang sempat bikin saya jadi depresi memikirkan hilangnya ide-ide tulisan di kepala saya..writerblock suck!!).
Judul short story ini oceania. tadinya sih judulnya oceanus, tapi ngeri di gugat sama bodyshop karena mereka udah pake nama itu buat salah satu produknya..hehehe..

cerpen ini sempat di baca sama mba rina dan sempat mengalami refisi sedikit berdasarkan saran dari beliau-sempat diledekin krn adegan mesranya kurah HOT- :) …entah ya mau di kemanain ni cerpen, karena menurut saya masih kurang meng-gigit ceritanya alias jelek pisan. malu kalo harus di kirim ke mana gituuuu..tapi lumayan di buat hanya dalam waktu satu hari pas liburan kmrn. kalau puisinya sih udah lama bikinnya..20 september 2005, entah kenapa puisi ini terasa cucok dengan cerita Oceania.

oh iya klo ada yg kurang kerjaan, bengong dan bosan terus mau baca cerpen kuh ini..just let me know..you know how to reach me right?? hehehe :)