matacahaya!

Puke Bucket, loveableApril 10, 2008 5:41 am

Dictionary.com
pos·ses·sive
Pronunciation[puh-zes-iv] /pəˈzɛsɪv/
–adjective

jealously opposed to the personal independence of, or to any influence other than one’s own upon, a child, spouse, etc; desirous of possessing, esp. excessively; a possessive lover or pertaining to possession or ownership.

Of or relating to ownership or possession; Having or manifesting a desire to control or dominate another, especially in order to limit that person’s relationships with others: a possessive parent.

serving to express or indicate possession; desirous of owning; having or showing a desire to control or dominate.

showing that someone or something possesses an object etc
Example: `Yours’, `mine’, `his’, `hers’, `theirs’ are possessive pronouns; `your’, `my’, `his’, `their’ are possessive adjectives.

Sometime these sides of you can really killing me.

Puke BucketMarch 31, 2008 4:44 am

Bapak KRMT Roy Suryo yang baik dan budiman, apa sih maksud dan tujuan anda menuduh blogger dan hacker sebagai pelaku defacing situs depkominfo dan Golkar?. Tuduhan itu sangat melecehkan dan tendensius, apakah maksud dan tujuan itu? hanya anda yang tahu. Tapi tolong, jika anda memutuskan untuk menjadi kinky tiba-tiba, dengan menyamakan antara blogger dan hacker. Niscaya blogger tidak akan tinggal diam.

Oya, saya memang blogger, tapi jelas-jelas bukan hacker walaupun saya fans nya Jim Geovedi, dan oiya satu lagi Jeng Enda pun jelas-jelas bukan hacker anda bisa bertanya sama bitchy manager mereka karena kebetulan mereka berasal dari satu manajemen artist yang sama. Jadi pernyataan anda yang menyatakan bahwa Enda Nasution Cs pelaku yang melakukan serangan kepada situs pemerintah benar-benar membuat kami mengerutkan dahi membacanya.Amazingly stupid!

Puke BucketFebruary 8, 2008 7:30 am

Pabalieut euy. To much things to do and to think at the same time. Jadi aja akhir-akhir ini pikiran saya melesat meleset kemana-mana. Kayaknya sekrup-sekrup dikepala udah mulai kendor dan goyang-goyang gak jelas, akibatnya saya jadi lebih mudah nangis daripada berfikir tenang untuk solving problem.

Akhir-akhir ini saya sering merasakan kalau leher saya tidak kuat lagi menyangga kepala saya yang keberatan. Saya reflek memegang-megang leher saya yang sakit dan keukeuh untuk tetap melihat ke arah depan. Freak banget rasanya, aneh kan kalau saya selalu ingin memegang kepala saya kalau sedang berjalan, soalnya takut kepala itu menggelinding sendiri ke tanah.

Aduh, saya takut jadi gila nihhh….

pic by miruku-tii-kudasai

Puke BucketOctober 10, 2007 4:12 am


There’s nothing you can make that can’t be made.
No one you can save that can’t be saved.
Nothing you can do but you can learn how to be in time
It’s easy.
All you need is love, all you need is love,
All you need is love, love, love is all you need.

Dear Bapak,
Yang bapak butuhkan hanya cinta. Dasar dari segala kebaikan dan kebijakan.
Kami semua menerima ini sebagai ujian kesabaran dan kepercayaan.
Mudah-mudahan bapak tidak berpura-pura tidak tahu bahwa kami semua sakit hati.
Tapi kami sadar bahwa ada yang lebih tidak beruntung dari kami.
Tidak kah bapak bersyukur memiliki anak-anak seperti kami? dan yang kami butuhkan cuma cinta.
Kami sedih mendengar bapak akan pergi menelantarkan kami, berlebaran dinegeri orang.
Sedangkan kami belum tahu nasib kami disini. Bagaimana untuk menghidupi diri dibulan-bulan yang akan datang?.
Bapak meninggalkan kami dengan penuh ketidakpastian. Sementara kami sudah memeras keringat kami untuk bekerja membantu bapak.
Cinta kami janganlah pula bapak bawa pergi.
Seharusnya bapak tahu….All you need is love

Puke BucketAugust 30, 2007 3:51 am

Malam ini, terasa seperti malam-malam sebelum nya di bulan lain. Ketika saya mulai mengerti akan perubahan dan siklus keperempuanan saya. Pemahaman itu menjadikan saya menghargai tubuh saya. Membuat saya menghargai karakter saya. Juga menghargai what it takes untuk menjadi seorang SAYA..

Disuatu malam lain, ada kalanya saya menertawakan saat dimana saya menjadi mudah sekali menangis. Ya, tanyakan saja pada pacar saya, Didit. Dia tau sekali kelemahan saya yang satu itu. Yes indeed!, I love to cry. Pertengkaran kecil, omelan nyokap, film, cerita dalam buku, momen pernikahan teman, berita feature di tv, atau bahkan kasus pemukulan wasit karate Indonesia yang dilakukan oleh 4 polisi Malaysia. Semua itu bisa membuat saya menitikan air mata. Ya! Mungkin kamu akan menganggapnya aneh. Tapi tidak, air mata itu tidak bisa saya bendung, dan mereka akan dengan tiba-tiba menggenangi mata saya. Didit sampai pernah bilang sama saya “kamu emang bisa nya cuma nangis”..itu waktu kami bertengkar disaat-saat yang kurang beruntung.

Tapi disaat yang lain, saya tahu pasti bahwa saya lebih kuat dari siapapun menghadapi kritikan kejam dan back stabber dimanapun (biasanya sih di kantor)..dimana tembokpun bisa bicara dan punya telinga. Dimana satu kejadian bisa menjadi dua bahkan tiga. Dimana gossip dan fitnah bisa berseliweran tiada henti setiap harinya. Dan saya tahu pasti bahwa saya lebih immune menghadapi hal-hal ini yang tidak akan bisa membuat saya menangis. Saya kadang bisa lebih cool menghadapi situasi seperti ini.

Saya bahkan sempat berfikir bahwa jangan-jangan diri saya ibaratnya ruang coliseum besar. Dimana kepintaran, kekuatan, kelicikan, kecerdikan, kelemahan bahkan kebodohan bertempur menjadi satu. Dan disaat-saat tertentu hormon juga berperan penting dalam memutuskan siapa yang akan jadi pemenangnya. Walau saya tidak ingin membunuh satupun karaker saya. Agar tidak satupun dari mereka dapat membaca apa isi kepala saya, kecuali Matt Parkman tentu saja.