My Blueberry Nights

October 16, 2008

Film ini Wong Kar-Wai banget! itu satu hal yang gue dapet pas abis nonton, but still my fav was Days of Being Wild…hehehehe. DVD nya sih udah lama banget gue beli, sekitar 3-4 bulan lalu, tapi terus gue lupa untuk nonton film ini, karna biasanya gue selalu nonton DVD sendirian, mengingat gak ada yang mau ikutan nonton film-film pilihan gue..hahaha my obsession with obsessed movies, dvd nya cuma numpuk aja di meja selama berbulan-bulan, abis susah cari waktu untuk sendirian, digodain mulu sih…wakekekek….baru beberapa malam lalu, ketika gue bosan banget malam itu gak bisa tidur dan sambil nunggu suami tercintah pulang kantor maka gue ngubek-ngubek dvd case mencari film-film apa aja yang belum gue tonton. Waktu itu ada dua pilihan. Antara My Blueberry Night (MBN) dan Penelope (film comeback nya Christina Ricci) akhirnya karna kesetiaan gue sama mas Jude gue pun menjatuhkan pilihan untuk nonton MBN duluan.

And like Blueberry, this movie sweet, sour, bitter but also moist. Jeremy (Jude Law) seorang pemilik Café di New York selalu ketitipan banyak kunci dari para pelanggannya. Tiap kunci memiliki cerita sendiri, termasuk salah satunya milik Lizzie (Norah Jones) yang menitipkan kunci apartemennya kepada Jeremy untuk diberikan kepada kekasihnya yang berselingkuh. Nyatanya Lizzie dengan sabar tiap hari datang ke Café nya Jeremy untuk menanyakan apakah sang mantan sudah mengambil kuncinya atau belum. Perasaan terbuang dan kesepian yang dialami Lizzie juga dialami Jeremy yang sebelumnya juga mengambil opsi “lost keys”.

Ketika Lizzie akhirnya memutuskan untuk pergi ke Memphis untuk melupakan kekasihnya itu ia mengambil dua pekerjaan sekaligus, siang di sebuah Diner dan malam disebuah Bar. Lizzie bertemu dengan Arnie (David Strathairn) seorang polisi kesepian yang tidak bisa menerima kenyataan bahwa mantan istrinya yang cantik Sue Lynn (Rachel Weizs) sudah meninggalkannya. Juga ada kisah tentang Leslie (Natalie Portman) seorang penjudi yang menjadikan poker untuk menumpahkan rasa frustasi kepada ayahnya.

Kisah-kisah kesepian ini terangkum dalam film yang berjalan dengan plot lambat dengan kontras warna yang dibeberapa bagian hampir redup (and I love it, menurut gue disitu bagusnya film Kar-Wai, warna-warna yang dia pilih tuh terkadang setipe banget, dia banget gitu…semacam pattern warna nya Kar-Wai), beberapa frame nya bahkan cenderung kasar. Untuk orang yang engga suka film alur lambat, film ini mungkin akan sangat membosankan. Abis memang endingnya pun berjalan datar. Dimana akhirnya Lizzie kembali ke NY dan menemui Jeremy di Cafenya, berdua lalu mereka menikmati sepiring Blueberry Pie.

1 Comment »

The URI to TrackBack this entry is: http://matacahaya.blogsome.com/2008/10/16/my-blueberry-night/trackback/

  1. hi sist…
    it’s been a long long long time we didn’t share anything…hahahha…how’s ur maried life?? ckckckc…
    gw ud mu skripsi nih…would u be my thesis sample?? :D

    Comment by fithra — October 19, 2008 @ 11:54 am

RSS feed for comments on this post.

Leave a comment

Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>