matacahaya!

Fish TankOctober 31, 2008 7:31 am

Here is what happened to my Mom…mudah2an artikel ini membantu yang lain. moral of the story kalau dikasih antibiotik sama dokter diminum sampai habis ya. supaya kuman penyakitnya gak nempel di tempat lain. Ini ada artikel dari website RS.Harapan Kita semoga bermanfaat.

Penyakit Jantung Rematik adalah kelainan katup jantung, bisa berupa penyempitan atau kebocoran. Biasanya diawali dengan radang/infeksi tenggorokan oleh kuman Streptococcus beta hemolitikus, kemudian toxin dari kuman ini menyebar melalui sirkulasi darah dan mengakibatkan peradangan katup jantung. Daun-daun katup mengalami perlengketan sehingga menyempit, atau menebal dan mengkerut sehingga kalau menutup tidak sempurna lagi dan terjadi kebocoran. Katup yang paling sering terkena adalah katup mitral dan aorta, meskipun bisa juga menyerang katup lainnya (trikuspid dan pulmonal).

Demam reumatik akut ditandai oleh demam berkepanjangan, jantung berdebar keras, kadang cepat lelah dan sesak nafas kalau jantung sudah mengalami gangguan, nyeri sendi yang berpindah- pindah, bercak kemerahan di kulit yang berbatas, gerakan tangan yang tak beraturan dan tak terkendali, atau benjolan kecil-kecil dibawah kulit.

Cara mendeteksi selain dengan pemeriksaan fisik, laboratorium (darah rutin, ASTO, CRP, dan kultur ulasan tenggorokan). Yang paling akurat adalah dengan alat echocardiografi untuk melihat kondisi katup-katup jantung dan otot jantung.

Kalau gejala awal demam rematik tersebut dapat terdeteksi dini dan belum ada cacat katup yang bermakna, kemudian terapi diberikan adekuat, memang bisa sembuh tanpa cacat. Tetapi kalau sudah terjadi cacat katup yang berat, biasanya tidak bisa pulih.

Kebocoran yang berat yang sudah berakibat buruk pada serambi dan bilik jantung (membesar rongganya), dan pasien mengeluh cepat lelah atau sesak pada aktifitas ringan, perlu dioperasi. Operasi berupa reparasi atau penggantian katup.

From http://www.pjnhk.go.id (National Cardiovascular Center Harapan Kita Website)

The List, popcornOctober 16, 2008 10:31 am

Film ini Wong Kar-Wai banget! itu satu hal yang gue dapet pas abis nonton, but still my fav was Days of Being Wild…hehehehe. DVD nya sih udah lama banget gue beli, sekitar 3-4 bulan lalu, tapi terus gue lupa untuk nonton film ini, karna biasanya gue selalu nonton DVD sendirian, mengingat gak ada yang mau ikutan nonton film-film pilihan gue..hahaha my obsession with obsessed movies, dvd nya cuma numpuk aja di meja selama berbulan-bulan, abis susah cari waktu untuk sendirian, digodain mulu sih…wakekekek….baru beberapa malam lalu, ketika gue bosan banget malam itu gak bisa tidur dan sambil nunggu suami tercintah pulang kantor maka gue ngubek-ngubek dvd case mencari film-film apa aja yang belum gue tonton. Waktu itu ada dua pilihan. Antara My Blueberry Night (MBN) dan Penelope (film comeback nya Christina Ricci) akhirnya karna kesetiaan gue sama mas Jude gue pun menjatuhkan pilihan untuk nonton MBN duluan.

And like Blueberry, this movie sweet, sour, bitter but also moist. Jeremy (Jude Law) seorang pemilik Café di New York selalu ketitipan banyak kunci dari para pelanggannya. Tiap kunci memiliki cerita sendiri, termasuk salah satunya milik Lizzie (Norah Jones) yang menitipkan kunci apartemennya kepada Jeremy untuk diberikan kepada kekasihnya yang berselingkuh. Nyatanya Lizzie dengan sabar tiap hari datang ke Café nya Jeremy untuk menanyakan apakah sang mantan sudah mengambil kuncinya atau belum. Perasaan terbuang dan kesepian yang dialami Lizzie juga dialami Jeremy yang sebelumnya juga mengambil opsi “lost keys”.

Ketika Lizzie akhirnya memutuskan untuk pergi ke Memphis untuk melupakan kekasihnya itu ia mengambil dua pekerjaan sekaligus, siang di sebuah Diner dan malam disebuah Bar. Lizzie bertemu dengan Arnie (David Strathairn) seorang polisi kesepian yang tidak bisa menerima kenyataan bahwa mantan istrinya yang cantik Sue Lynn (Rachel Weizs) sudah meninggalkannya. Juga ada kisah tentang Leslie (Natalie Portman) seorang penjudi yang menjadikan poker untuk menumpahkan rasa frustasi kepada ayahnya.

Kisah-kisah kesepian ini terangkum dalam film yang berjalan dengan plot lambat dengan kontras warna yang dibeberapa bagian hampir redup (and I love it, menurut gue disitu bagusnya film Kar-Wai, warna-warna yang dia pilih tuh terkadang setipe banget, dia banget gitu…semacam pattern warna nya Kar-Wai), beberapa frame nya bahkan cenderung kasar. Untuk orang yang engga suka film alur lambat, film ini mungkin akan sangat membosankan. Abis memang endingnya pun berjalan datar. Dimana akhirnya Lizzie kembali ke NY dan menemui Jeremy di Cafenya, berdua lalu mereka menikmati sepiring Blueberry Pie.

Fish TankOctober 7, 2008 1:59 am

Pada suatu hari yang mendung, ketika gue naik bis seperti hari-hari biasa menuju ke kantor. Tidak berapa lama gue duduk manis menunggu bis yang masih ngetem, naiklah sesosok pengamen bis kota. Udah bisa ditebak si pengamen akan menyanyikan lagu-lagu andalan “band melayu” semacam d’massive, seventeen, ST12, Peterpan dll, yang kadang-kadang dalem ati gue ngomong ” i wouldn’t mind hitting you in the face” apalagi kalo suara pengamennya jeleeekkk banget pake ukulele yang nada nya itu-itu aja untuk semua lagu yang dia nyanyiin..errrrghhh kacau!

Tapi, sepertinya pagi ini tidak akan sama seperti pagi-pagi yang lain, ketika si pengamen memetik nada pertama dengan gitar dan harmonikanya saya langsung kaget bukan alang kepalang *halah*, selain karena lagunya bukan lagu “cinta mendayu-dayu ala kangen band dkk” melainkan lagu yang engga gue kenal sama sekali bertemakan sosial politik. Suaranya mirip banget sama suara Conor Oberst!! feel nya ngebawain lagu, jenis lagunya, suara nya yang serak-serak gimanaa gitu dan caranya bernyanyi yang lebih mirip orang “bercerita”, kayak story teller gituh. Walau orangnya lebih mirip “pak ogah” dari pada Conor Oberst..hihihihi

Setelah beberapa lama sering ketemu sama pengamen ini di bis langganan, kayaknya sih dia nyanyiin lagu ciptaannya sendiri, beberapa kali emang pernah dia sisipin lagu-lagu lama milik iwan fals, ebit g ade (ayah) atau slank personil lama. Lagu-lagunya kebanyakan mengangkat masalah-masalah sosial kayak “gadis alim yang jatuh cinta sama preman”, ” persahabatan kerbau dan kobra”, “sarjana muda yang susah cari kerja”, “balada pengamen jalanan” dll. kadang, dia berhenti di tengah lagu entah lupa lirik atau apa, trus dia improv dengan lirik asal-asalan atau na..na…na…ga jelas. Tapi teutuep aja, suara Conor Oberst nya yang bikin gue senyam senyum dalam hati bersyukur bukan si pengamen ukulele yang nyanyi di bis yang gue tumpangi.