
Yang saya tampilkan disini adalah gambar sampul buku Kafka edisi Internasional, bukan sampul buku edisi Indonesia yang menurut saya desain nya engga banget, kalau mau liat coba ke situs penerbitnya.
Well, anyway saya pengen bahas bukunya aja,bukan gambar sampulnya. Buku ini genius banget!. Depressing sih, tapi genius..buku ini berhasil menghadirkan perasaan tertekan seakan-akan kita bisa ikut merasakan apa yang dirasakan Kafka Tamura, tokoh sentral dibuku ini.
Kafka on The Shore berkisah dengan plot maju-mundur antara Kafka Tamura dan Satoru Nakata. Di awal cerita kita diperkenalkan kepada seorang remaja umur 15 tahun Kafka Tamura, yang melarikan diri dari rumah.Sejak kecil Ayah nya yang seorang pematung, sudah meramalkan bahwa Kafka akan membunuh Ayahnya dan tidur dengan Ibu dan Kakaknya. Hal ini tentu saja menghantui Kafka karena sejak kecil Ibu dan kakak perempuannya sudah meninggalkan mereka. Dalam pelariannya Kafka mendapat pekerjaan untuk menjaga sebuah perpustakaan di Takamatsu. Disana dia bertemu dengan sosok Nona Saeki dan seorang cewek androgini bernama Oshima. And here the Oedipus story begins.
Lalu cerita tentang Satoru Nakata seseorang yang bisa berbicara dengan kucing dan menderita cacat sejak peristiwa aneh sewaktu dia masih kecil dimasa perang. Ia bekerja sebagai petugas profesional untuk mencari kucing-kucing yang hilang. Dalam salah satu tugasnya Nakata terlibat pembunuhan brutal dan pembunuhan ini in some mysterious way terhubung dengan Kafka.
Kalau membaca buku ini, akan terasa nuasa surreal dan magical realisme seperti kata wiki tentang ini
Kafka on the Shore demonstrates Murakami’s typical blend of popular culture, quotidian detail, magical realism, suspense, humor, an involved and at times confusing plot, and potent sexuality.
Dan lagi-lagi sayangnya sampul bukunya engga mencerminkan hal ini
—–
Akhirnya, dua bulan ini disibukan kembali dengan beberapa buku yang harus dibaca, setelah Harry Potter 7, Kafka on The Shore dan sekarang saya akan mulai menghabiskan buku The Unbearable Lightness of Being-nya Milan Kundera.
Menyenangkan sekaliiii….
Ini salah satu buku Murakami yang paling kuat. Aku setuju sama kamu, Dis. Dan terutama, aku seneng banget sama tokoh yang bisa bicara dengan kucing itu. Yang menunjukkan foto kucing yang hilang pada kucing lain yang sedang nongkrong.
Dan bahwa ada kucing yang pinter banget, yang bego banget, yang cool dan yang bisa memahami musik klasik! I love Murakami.
Comment by dian ina — February 15, 2008 @ 5:25 am
thx infonya mas. layak beli ya.
Comment by kw — February 21, 2008 @ 8:59 am
bener bgt, sampulnya sgt menganggu apalagi dgn judul versi indo “labirin cinta ibu dan anak” aduh jd murahan sekali. aku pengen bgt bli buku ini tp kuurungkan krn sampulnya itu, sumpah. menjengkelkan sekali cara penerbit2 kita jualan produknya.
Comment by mumu — February 21, 2008 @ 9:19 am
sebenarnya tokoh utama adalah nakata. sedangkan kafka adalah dirinya di masa lalu. yup, kafka dan nakata adalah orang yang sama. bisa dikatakan nakata menderita kelainan jiwa scizofrenia.. sehingga ia mencari jejak masa lalu yg telah ia lupakan sejak ia membunuh ayahnya. novel ini sendiri memiliki unfinished ending karena sesungguhnya nakata masih hidup, ialah yang memutuskan “kisahnya” berakhir dan diceritakan mati. Kemampuan nakata berbicara dengan kucing adalah simbol dirinya sendiri, bahwa ia adalah kucing liar yang terbuang dari keluarganya dan Jonnie walker adalah pembunuh kucing yang keji, sehingga secara tidak langsung hal itu menggambarkan kejiwaan nakata/kafka bila selama ayahnya masih hidup ia tidak akan merasa aman ia takut dirinya (kucing terbuang) suatu saat akan dilukai oleh Johnnie walker, di mana sesungguhnya ia adalah ayah kafka.
Comment by arif — September 24, 2008 @ 8:38 am