Minggu 22 April lalu, saya diajak untuk mengunjungi Mesjid Kubah Emas di Depok (gag tau euy nama resmi nya Mesjid itu apa) berhubung ada saudara yang sudah beberapa hari ini ada di Jakarta dan ingin melihat Mesjid itu. Jadilah kami pergi ke Mesjid yang terletak di daerah Sawangan, Depok itu.
Dulu, saya sempat menyaksikan pembukaan resmi Mesjid ini di tv, Mesjid yang konon terbesar dan termegah di Indonesia. Kubahnya terbuat dari emas murni 24 karat. Dan bukan cuma kubahnya saja, seluruh ornamen Mesjid, pilar-pilar penyangga atap, lampur kristal candelier serta ornamen yang terdapat di mihrab tempat imam memimpin sholat juga terbuat dari emas….

Konon, pemilik Mesjid itu seorang wanita pengusaha asal Serang Ibu Hj Dian Juriah Maimun Al-Rasyid (katanya Mami sih ada keturunan Arab juga si Ibu ini ..CMIIW) mengimpor semua material untuk masjidnya dari negara-negara Eropa. Emas, lampu, dan granit dari Italia, serta beberapa material lain dari Spanyol, Norwegia, juga dari Brasil (sumber Kompas).

Waktu saya ke sana, begitu melewati gapura besar yang masih setengah jadi dan melihat berhektar-hektar taman penuh dengan bunga Euphorbia dan Kembang kertas yang di taruh dalam pot-pot besar yang cantik. Serta tanaman Mangga dan Jeruk yang memenuhi areal taman lainnya.
Suasana dan arsitektural Turki begitu terasa, kami sempat berkeliling areal Mesjid yang ternyata seluas 80 hektar tersebut dengan mobil sebelum akhirnya parkir. Dibagian belakang terdapat sebuah rumah megah (entah ditempati siap?) dan rumah-rumah lain yang lebih kecil sepertinya ditempati oleh karyawan yang bekerja di sana. Tepat diseberang Mesjid terdapat rumah yang lebih cocok disebut istana (sepertinya sih) ditempati oleh keluarga Hj Dian……di tengah-tengah terdapat semacam pendopo luas tempat orang-orang yang mengunjungi Mesjid bisa beristirahat dan ber”piknik”.
Iya piknik!…dalam arti menggelar tikar dan membuka bekal yang dibawa dari rumah….hehehe…orang-orang yang mengunjungi Mesjid memang kelihatannya banyak sekali yang berasal dari luar kota. Seperti rombongan pengajian yang saat itu datang dengan beberapa bis besar. Dan ternyata, kegiatan “piknik” ini tidak hanya dilakukan di Pendopo…saya sempat melihat beberapa keluarga yang menggelar tikar mereka di area taman, padahal kan sayang sekali taman yang sudah rapih dan bersih…mereka injak-injak dan mereka jadikan lahan piknik.
Tujuan keluarga saya ke sana sih, cuma sekedar melihat-lihat Mesjid fenomenal itu serta menyempatkan diri Sholat Dzuhur di sana. Jadi, kami tidak membawa bekal apapun kecuali snack yang dimakan di mobil. Tapi beberapa orang yang kelihatannya malah berniat piknik ke sana sehingga mengubah mesjid itu jadi semacam tempat hiburan…duh
..pasalnya rombongan2 yang piknik itu juga sering kali membuang sampah sembarangan, bahkan di tangga dan halaman Mesjid (batas suci)…seorang petugas cleaning service sampai frustasi memberitahu para pengunjung untuk tidak membuang sampah dan menenteng sendal masuk ke dalam Masjid…dia sampai berteriak mengatakan “tolong sendal di titipakan..kalo mau dibawa pakai kantong plastik!”..beberapa orang dari “kampung” mungkin sayang mengeluarkan uang untuk menitipkan sandal mereka.
Yah..patut disayangkan kalau Mesjid yang indah dan megah itu malah dijadikan ajang rekreasi atau memang tujuan pemilik Mesjid memang menjadikan tempat itu sebagai tujuan wisata? errr wisata rohani?….mungkin ada baiknya pihak Mesjid menyediakan semacam kantin agar orang-orang bisa jajan dan makan pada tempatnya. Oiya! satu lagi! kamar mandi (WC) disana air nya kotor banged…antrian ke toilet panjang dan air kurang (kalau adapun kotor)…jadinya bau pesing disekitar kamar mandi menyeruak kemana-mana.
Setelah selesai memfoto beberapa bagian Mesjid dan hendak keluar ke bagian pintu masuk utama, karena saat masuk saya melalui pintu samping..saya tidak melihat ada plang bertuliskan “dilarang berfoto-foto di dalam Mesjid”…hihihihihwiawhaihwai….udah terlanjur gimana dong???

teuteup yah….pose!