matacahaya!

Fish TankMarch 29, 2007 1:58 am

Udah sekitar 1 Bulan ini, sejak pindah menempati lt 3, pembolong kertas atau bahasa Inggrisnya (kalo ga salah yah) Paper Punch yang biasa saya pakai untuk mem-failing dokumen meninggalkan sebuah misteri bagi saya.


paper punch aka pembolong kertas

Setiap hari, biasanya sore hari sebelum pulang, saya beres-beres dokumen yang hari itu masuk atau keluar melalui meja saya. Kertas-kertas itu saya bolongi satu sisi nya pake pembolong kertas dan saya masukan dalam Bindex Holder besar. Setiap selesai menggunakan pembolong kertas, tak pernah saya mengunci tuasnya sehingga keadaan pembolong kertas (seharusnya) tidak terkunci.


pembolong kertas terkunci

Tapi setiap pagi, yup setiap pagi..pembolong kertas itu ada di meja saya selalu dalam keadaan tuas terkunci


tuas yang terkunci


tuas yang tidak terkunci

this is so weird, karena selain saya tidak ada orang lain yang menggunakan pembolong kertas itu. dan setiap habis memakai saya tidak pernah mengunci tuas nya.

sebenarnya hal ini tidak menggangu sih, tapi saya cuma penasaran…siapa yang suka main-main dengan pembolong kertas itu, dan iseng mengunci tuas nya setiap hari. mungkinkah ini cara salah satu dari “mereka” untuk berkomunikasi dengan saya?, apakah ini sebuah clue tktq? , dan apakah “mereka” merencanakan sesuatu terhadap saya? sepertinya saya harus menginterogasi “mereka” satu persatu….well, mari kita tunggu episode selanjutnya….*halah*

Puke BucketMarch 22, 2007 3:17 am

Kata orang bijak sih, kita semestinya selalu bersyukur dengan apa yang kita miliki. Saya sih sudah bersyukur dengan apa yang apa saya miliki sekarang. Punya pekerjaan tetap (walau gaji masih pas-pasan, living from pay check to pay check *sigh*), punya banyak waktu luang, punya pacar yang baik, punya keluarga yang asik, punya teman-teman yang baik….dll…

tapi akhir-akhir ini, saya kok merasa belum menemukan apa yang saya cari. Dan masalahnya saya engga tahu apa yang saya cari didunia ini?. Seperti lagunya Om Bono berikut ini..

….

I have kissed honey lips
Felt the healing fingertips
It burned like fire
This burning desire
I have spoke with the tongue of angels
I have held the hand of a devil
It was warm in the night
I was cold as a stone
But I still haven’t found
What I’m looking for
But I still haven’t found
What I’m looking for

I believe in the Kingdom Come
Then all the colors will bleed into one
bleed into one
But yes I’m still running.
You broke the bonds
And you loosened the chains
Carried the cross
And my shame
And my shame
You know I believed it
But I still haven’t found
What I’m looing for

……

Sekarang ini rasanya sama seperti memiliki terlalu banyak keinginan, sampai-sampai saya tidak tahu lagi sebenarnya apa yang saya cari, apa yang saya inginkan. Dan bahkan yang terlalu mudah sekalipun…..

The List, library, Burnt ToastMarch 9, 2007 9:58 am

To have a life as sweet as a Honey Pie

Dalam cerpen Honey Pie dari buku After the Quake Haruki Murakami menceritakan tentang dua ekor Beruang Madu, Masakichi The No 1 Honey Bear dan Tonkichi,seekor beruang kuat yang cemburu kepada nya karena Masakichi bisa berbicara dan menghitung uang…sama seperti manusia, Masakichi juga suka mendengarkan musik dan memiliki sebuah boombox yang ia pungut dari jalanan di gunung.

“He listens to music?” Sala asked. “Does he have a CD player or something?”

“He found a boom box lying on the ground one day. He picked it up and brought it home.”

“How come all this stuff just happens to be lying around in the mountains?” Sala asked with a note of suspicion.

“Well, it’s a very, very steep mountain, and the hikers get all faint and dizzy, and they throw away tons of stuff they don’t need. Right there by the road, like, ‘Oh, man, this pack is so heavy, I feel like I’m gonna die! I don’t need this pail anymore. I don’t need this boom box anymore.’ ”

“I know just how they feel,” Sayoko said. “Sometimes you want to throw everything away.”

“Not me,” Sala said.

Seorang penulis muda bernama Junpei, ia sengaja mengarang cerita tentang dua ekor beruang madu kepada Sala, gadis kecil anak dari Sayoko, orang yang ia cintai sejak masih kuliah..namun tak sempat mereka bersatu karena Sayoko akhirnya menikah dengan Takatsuki sahabat Junpei.

“Absolutely. Masakichi lived with people when he was just a cub, and they taught him how to talk and how to count money. Masakichi was a very special bear. And so the other bears, who weren’t so special, tended to shun him.”

“Shun him?”

“Yeah, they’d go, like, ‘Hey, what’s with this guy, acting so special?’ and keep away from him. Especially Tonkichi, the tough guy. He really hated Masakichi.”

“Poor Masakichi!”

“Yeah, really. Meanwhile, the people would say, ‘O.K., he knows how to count, and he can talk and all, but when you get right down to it he’s just a bear.’ So Masakichi didn’t really belong to either world, the bear world or the people world.”

Murakami memang senang membuat kisah-kisah hubungan cinta yang aneh dan ganjil tapi juga mengharukan, seperti kisah seorang manusia yang jatuh cinta kepada Ice Man (ya..ya..manusia salju beneran, bukan perumpamaan) cerpen berjudul “The Ice Man” ini terdapat dalam buku nya yang berjudul Blind Willow, Sleeping Woman juga kisah tentang Junpei dan Beruang Madu nya ini, manis semanis madu…

cerpen dapat dibaca lebih lanjut di sini

sekarang bagaimana kalau kita membuat seloyang Pie Madu hangat untuk “our own honey pie”..hyuukk!

HONEY PIE

INGREDIENTS

* 3 eggs
* 2 cups solid pack pumpkin puree
* 3/4 cup honey
* 1/2 cup milk
* 1/4 cup heavy whipping cream
* 1 1/2 teaspoons ground cinnamon
* 1/2 teaspoon salt
* 1/4 teaspoon ground ginger
* 1/4 teaspoon ground nutmeg
* 1 recipe pastry for a 9 inch single crust pie

DIRECTIONS

1. Beat eggs slightly in a large bowl. Blend in pumpkin, milk, cream, honey, spices, salt. Pour filling into pie shell. Cover edges of shell with strips of foil.
2. Bake at 400 degrees F (205 degrees C) for 35 minutes. Remove foil, and continue baking for 15 more minutes. An inserted knife should come out clean when done. Cool, and serve.

resep dari allrecipes
foto dari gourmet.gr

Fish TankMarch 2, 2007 3:04 am

Dua orang lali-laki menempuh perjalanan sekian ribu kilometer dengan mengendarai motor Honda Tiger (bukan iklan!) dari Jakarta menuju ke Bali, kita sebut saja mereka lelaki #1 dan lelaki #2. Mereka bukan pasangan gay (at least belum…hihihihi) dan bukan orang yang kenal sehari-dua hari. Mereka sepasang sahabat.

Lelaki #1, nekat pergi ke Bali dengan motor, ya saya sebut nekat!! Karena membayangkan pantad dan pinggul yang pasti super panassss setelah berhari-hari dijalan menuju ke Bali!. Dikarenakan semalam sebelumnya ia baru saja putus (untuk yang kesekian kalinya) dengan pacarnya Miss gonjreng!. Lelaki #2 melakukannya murni demi menemani sang sahabat yang sedang patah hati. Lelaki #1 bersumpah akan “mendapatkan” bule di Bali dan bersenang-senang melupakan kejadian putusnya yang katanya sungguh menyakitkan.

Awalnya, saya tidak setuju dengan keberangkatan mereka, pertama..keputusan untuk pergi ke Bali mengendarai motor hanya dilakukan sepersekian menit setelah badai-teriakan-sahutan-ancaman-kejar-kejaran (yak! Kejar-kejaran sodara-sodara!!) terjadi, lalu kata-putus terucap, kami semua ada disana, menyaksikan seekor singa terluka (lagi?, kami tidak tahu mengapa mereka sering sekali putus dengan cara yang sadis sesadis-sadisnya, lalu jadian lagi seperti tidak pernah terjadi apa-apa)..
Yang kedua, kondisi motor yang mungkin saja tidak siap. Karena keputusan tidak dilakukan dengan rencana yang matang, sehingga motor belum diservis untuk perjalanan jauh. Ketiga Jiwa pengendara (lelaki #1) labil dan co-driver (lelaki #2) yang agak-agak sinting (untung baik hati)…

Akhirnya mereka pergi malam itu, lelaki #2 menuturkan kisahnya, selama di atas motor, di jalan, di motel2 murah, di warung makan, di pantai, di tempat dugem, pokoknya di mana-mana, lelaki #1 terussss membicarakan kisah hubungannya yang kandas. Lelaki #2 merasa muak, namun demi solidaritas dia menelan arak Bali banyak-banyak dan ”mendengarkan” curhatan lelaki #1. Baginya, dia tidak rela sahabatnya luntang-luntung sendirian di Bali karena patah hati, maka dia rela menemani sahabatnya itu, karena pernah beberapa waktu yang lalu, lelaki #1 nekad naik gunung Gede Pangrango sendirian sehabis putus dengan perempuan yang sama.

Mereka sudah pulang!, dengan selamat. Membawa lebih banyak Arak Bali, kaos-kaos bertuliskan dan bergambar pemandangan Bali, dan banyak sekali foto. Lelaki #1 terlihat kuyu, menghitam dan masih sakit hati. Lelaki #2 masih sama sintingnya seperti sebelumnya. Misi mereka untuk mendapatkan bule memang gagal, dan kisah-putus itu masih terus berlanjut hingga kini. Kami semua ingin sekali menjauhkan lelaki #1 dari kisah cintanya yang takberkesudahan dengan miss gonjreng, tadi malam lelaki #1 mengatakan bahwa dia siap memulai hubungan baru dengan wanita lain, dia bilang ”Dis, cariin gue cewek baik dong”. Untuk membantunya maka saya membuka kesempatan dan peluang selebar-lebarnya bagi para cewek-cewek jomblo yang sempat membaca tulisan ini,

Dicari, pacar baik hati untuk teman saya, lelaki #1

Ciri-ciri lelaki #1
1. Tinggi Badan sekitar 182-185 cm
2. Berat sekitar 75-80 cm
3. Umur 25th
4. Agama Islam, suku Sunda
5. Tampang lumayan cakep, mirip Donny Ada Band (hihihi atau Saiful Jamil yah? *garuk2*)
6. Mobil : Honda City warna silver
7. Motor : Honda Tiger
8. Pekerjaan : Pengusaha Muda
9. Anak kedua dari tiga bersaudara
10. Bintang Cancer

Permintaan khusus
1. Cewek, usia 20an
2. Tinggi Berat seimbang
3. Tampang manis. tidak harus berkuilt putih, tapi yang penting berwajah manis..:P
4. Selalu wangi dan bersih
5. Sudah bekerja lebih disukai, atau masih mahasiswa at least bukan yang masih abegeh
6. Berambut panjang atau paling engga sebahu/seleher, kurang diminati yang berambut cepak seperti cowok.
7. Agama Islam, suku apa saja
8. Baik hati dan dewasa dalam berfikir
9. Sabar dan pengertian
10. Domisili Jakarta atau Bekasi

Lamaran serius (sertakan foto dan no hp) kirimkan melalui e-mail ke saya. Thx…

Intermezzo : eh, saya sudah pernah loh “memperkenalkan” teman-teman saya, pasangan lea-indra dan rocky-fannie, keduanya masih rukun-rukun hingga kini *senangnyaaaaa!!!*