Jealousy

October 31, 2006

Kami sedang duduk-duduk di beranda rumah ketika sms itu masuk. Seseorang dari masa lalu mengirimkan pesan bernada agak “mesra”. Waktu itu secara spontan saya membiarkan dia melirik isi sms itu. Ini kesalahan fatal pertama saya. Setelah membacanya, wajahnya langsung berubah. Rahangnya mengeras dan dia terus-terusan melihat ke arah tanaman Acordia yang tengah berbunga.

lalu saya memutuskan untuk tidak membalas sms itu. Maksud saya, malas untuk menanggapinya dan saya cuekin saja sms itu. Tapi lalu ini menjadi kesalahan fatal saya yang kedua. Katanya “harusnya kamu balas dan langsung kamu paitin aja tu orang”

Lelaki itu berbahaya kalau sedang cemburu.

Lalu dia marah-marah gak karuan, terus terang saya merasa di pojokan. Masa cuma gara-gara sms aja sampe segitu marahnya, lagian saya tidak menanggapi orang tersebut kan?. Mungkin dia tidak percaya, justru gara-gara saya tidak menanggapi sms itu. Haruskah saya membalas laki-laki itu dengan makian hanya karena dia kirim sms bernada “mesra”?..

saya bilang saya pusing menghadapi dia. Harus bagaimana lagi. Sudah dijelaskan berkali-kali bahwa saya tidak ada apa-apa dan tidak menanggapi si pengirim sms…saya pergi tidur dengan air mata mengalir malam itu. Ah, kenapa dicurigai menjadi begitu menyakitkan?

10 Comments »

The URI to TrackBack this entry is: http://matacahaya.blogsome.com/2006/10/31/jealousy/trackback/

  1. neng sms siapa ini neng (repeat 23x)

    *siyul2*

    Comment by -f — October 31, 2006 @ 2:35 am

  2. kenapa bingung…. cuekin aja lah… selama emang ‘ga ada apa-apa antara sms dan kamu’.
    di-jeles-in itu enak, cuman kalo kebangetan jeles-nya juga bikin sebel…
    qeqeqeqeee…

    Comment by bebek — October 31, 2006 @ 5:15 am

  3. masih untung dis rahangnya yang mengeras… heuehueheheuee..

    Comment by rina — October 31, 2006 @ 9:20 am

  4. dibanding didiemin.. masih mending dijelesin..

    dibanding jomblo.. :(

    Comment by aRdho — October 31, 2006 @ 6:18 pm

  5. “terus terang saya merasa di pojokan” Dis, ngapain kamu di pojokan? Hihihihiih… dipojokkan kali yeeee…. *kirim SMS ah*

    Comment by endhoot — November 2, 2006 @ 1:12 am

  6. Hihihihi….susah punya cowo jelesan yah -sigh-

    Comment by Fannie — November 2, 2006 @ 4:29 am

  7. *peluk Adis*

    Dia harus belajar untuk menjadi dewasa dan percaya kepadamu.

    Trus mau komen soal EYD, udah keduluan Bunda. *sigh*

    Comment by Joan — November 2, 2006 @ 1:48 pm

  8. Ehm, bukan Acordia, tapi Euphorbia, bunga/tanaman irit air, berduri di batang. :

    Comment by jesie — November 7, 2006 @ 4:50 pm

  9. dipojokan atau dipojokkan?
    *colek-colek bunda dan joan*

    Comment by african sunset — November 22, 2006 @ 10:18 pm

  10. waaaaah…adis..adis…

    Comment by lea — November 26, 2006 @ 8:32 am

RSS feed for comments on this post.

Leave a comment

Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>