Kami sedang duduk-duduk di beranda rumah ketika sms itu masuk. Seseorang dari masa lalu mengirimkan pesan bernada agak “mesra”. Waktu itu secara spontan saya membiarkan dia melirik isi sms itu. Ini kesalahan fatal pertama saya. Setelah membacanya, wajahnya langsung berubah. Rahangnya mengeras dan dia terus-terusan melihat ke arah tanaman Acordia yang tengah berbunga.
lalu saya memutuskan untuk tidak membalas sms itu. Maksud saya, malas untuk menanggapinya dan saya cuekin saja sms itu. Tapi lalu ini menjadi kesalahan fatal saya yang kedua. Katanya “harusnya kamu balas dan langsung kamu paitin aja tu orang”
Lelaki itu berbahaya kalau sedang cemburu.
Lalu dia marah-marah gak karuan, terus terang saya merasa di pojokan. Masa cuma gara-gara sms aja sampe segitu marahnya, lagian saya tidak menanggapi orang tersebut kan?. Mungkin dia tidak percaya, justru gara-gara saya tidak menanggapi sms itu. Haruskah saya membalas laki-laki itu dengan makian hanya karena dia kirim sms bernada “mesra”?..
saya bilang saya pusing menghadapi dia. Harus bagaimana lagi. Sudah dijelaskan berkali-kali bahwa saya tidak ada apa-apa dan tidak menanggapi si pengirim sms…saya pergi tidur dengan air mata mengalir malam itu. Ah, kenapa dicurigai menjadi begitu menyakitkan?