The Village
Sabtu-Minggu kemarin (2/3 September 2006), saya dan teman-teman di komplek rumah menginap di sebuah desa di daerah Jonggol Asri, Bogor …tempat tinggal kami adalah sekian hektar tanah berbukit dan dua buah rumah panggung, 1 buah saung, 3 buah balong (kolam ikan) berisi ikan Patin dan ikan Mas besar-besar serta berbagai macam hewan ternak dan perkebunan yang banyak dan luas milik (orangtua nya tentu saja) salah satu teman yang juga tetangga saya di komplek rumah.
Hewan ternak di sana dari mulai Ayam, Bebek, Angsa, Domba, Burung Dara (seseorang menangkap buru dara dan memanggangnya menjadi hidangan BBQ. Tapi saya tidak mencoba, karena kasihan sama burung dara nya..hihihihihi) serta Rusa (sayang 2 dari tiga rusa nya sudah mati)…konon, rusa bertotol itu di beli oleh ayahnya seharga 5 juta rupiah seekor..dah mati 2..huhuhuhu…
Yang paling membuat saya senang berada di sana adalah tanah perkebunannya yang lumayan luas. Di tanami pohon Pisang Kepok, Pisang Raja, Pisang Sisir (kecil2 dan banyak, pohonnya tinggi), Singkong, Ubi Merah, Manggis, Jeruk Medan, Duren Montong (ternyata pohonnya pendek), Pohon Menteng, Pohon Melinjo, Pohon Jambu Air, Pohon Jambu Monyet, dan Pohon Belimbing. Sayang banget buah-buahan di sana (terutama durennya) sedang tidak berbuah. Tapi kami sempat memanen Jeruk Medan, Menteng, Pisang Kepok, Singkong dan Ubi Merah…Singkong dan Ubi Merah nya di bakar diatas bara sisa api unggun…rasa nya ennaaakkk banged, apalagi udara perbukitan Bogor yang dingin menambah suasana nyaman dan luar biasa segar..
Banyak banged yang kami lakukan disana, selain memangsa beberapa unggas untuk di jadikan BBQ, kami juga memancing ikan Patin. Berkeliling perkebunan untuk memanen buah Jeruk Medan. Si pemilik tanah itu berjanji kalau kebun Duren Montong nya berbuah, kami akan diajak ke sana lagi…cihuuuyyyy aseekkkk…hiihihii *napsu*. Oiya, kegiatan yang paling asik dilakukan disana adalah leyeh-leyeh di Saung sambil ngerujak…hihihihi…malam nya membuat api unggun sambil ngobrol-ngobrol..kami juga makan malam dengan alas daun pisang, padahal piring dan gelas sudah dipersiapkan oleh pemilik tempat, tapi supaya lebih menghayati suasana, kami memutuskan untuk makan di atas daun pisang…nyam-nyam!
Duh, jadi kangen pengen ke sana lagi…enak nya punya duit banyak bisa beli berhektar-hektar tanah dan kebun. Masa tua nya bisa istirahat dengan tenang di desa dengan pemandangan asri dan sejuk..huhuhuh pengeeeeeeeennnnnnnnn….