the only god i know is You

August 28, 2006

aku sedih seperti seekor kumbang Kepik itu.
ketika menyadari bahwa sesunggunya ia tak menyukai warna sayapnya.
sayap yang berbeda dari kebanyakan Kepik lain.
Kepik lain bersayap merah dengan totol hitam besar di tengah.
Kepik itu bersayap Jingga pudar.

satu-satunya Tuhan yang aku tahu adalah Engkau.
ia menyambar-nyambar angin dengan ganas.
seketika kedua tulang sayapnya menjadi lelah.
warna jingga pudar itu tak juga menjadi cerah.
lalu apa kekuatanku?.
ia bertanya kepada satu-satu nya Tuhan yang ia tahu.

dan ketika air mata ku meleleh, melewati kenangan buram ketika Kepik menyalahkan Tuhan.
Keping melempar senyum pahit takala sayap jingga pudarnya jatuh terluka.
ini mendera…
begitu sakit…
begitu nyata…
sayap mengabur menjadi asap dan abu terbakar.

gelombang pedih menyiksa.
kepik dan aku nanar bertatapan.
darah menetes dari ujung pisau tajam dalam genggamanku.
“lebih baik punya sayap berbeda atau tidak sama sekali?” tanyaku padanya.
“tidak usah bertanya, potong saja yang sebelah lagi”
ini mendera…
begitu sakit…
begitu nyata…
sayap mengabur menjadi asap dan abu terbakar.