weekend ini menghabiskan waktu dengan nonton 3 buah film produksi jepang

film pertama yang di tonton adalah Collage of Our Life. di Hongkong judulnya menjadi Love Collage. Memang bukan film baru, secara film ini dirilis tahun 2003. Di sutradari oleh Yukihiko Tsutsumi. Ceritanya tentang seorang mahasiswa penggemar fotografi, Masato Segawa (Ryuhei Matsuda) yang bertemu dengan gadis “aneh” bernama Shizuru Satonaka (Ryoko Hirosue). Sebuah cinta yang sederhana terjalin antara mereka melalui sebuah Jeruk Tangerine dan beberapa shot foto di pelataran kampus. Cerita keseluruhannya memang hanyalah sebuah kisah cinta yang, kalo meminjam istilah Savage Garden yaitu “I knew I love you before I meet you”. Yang istimewa dari film ini adalah plot nya. mengingatkan kita akan plot film Lost In Translation. Plot yang agak lambat dan dibuat melompat-lompat. Bagi penggemar film berplot cepat, film ini akan menjadi agak membosankan :) (but not for me)..sinematografinya keren…i wonder who really did that photo shoot of New York?..tapi perlu ga sih “dengan sengaja” memasukan tragedi 9-11 kedalam salah satu scene?..ga penting banged!, dan kalaupun adegan ini di edit ga akan mempengaruhi jalan cerita krn cuma ngabis-ngabisin roll film secara percuma..*protes mode*

give *** (tiga bintang)

film kedua adalah Scrap Heaven dirilis tahun 2005. dan ada Jô Odagiri (pemeran Gennosuke di film Shinobi!!!) heauaaaaa…*lumpat-lumpat*…
awalnya saya kira film ini adalah versi Jepangnya Film Fight Club..dengan permainan “revenge” mereka yang gila-gilaan terhadap dunia kapitalis yang ga adil. Tapi ternyata, ending nya lebih mengejutkan dan lebih berasa jleb nya daripada Fight Club…saat mencapai titik ending saya cuma bisa bilang “anj*ng!!! kok dia ga mati?*…..hahahaha. Si sutradara Sang-il Lee yang notabene adalah orang Korea mungkin mau bilang sama penontonnya..that’s destiny, belive it or not..HE is exist..halah!!!

ada Singo, Tetsu dan Saki (cewek buta yang tetap terlihat modis dan cantik! dasar jepang!)..seorang polisi, sanitation worker (tukang pembersih toilet PROFESIONAL!!) dan seorang apoteker? atau pharmacist? (belum tahu bedanya ;) ) yang tanpa sengaja dipertemukan karena sama-sama menjadi penumpang bus yang sedang di bajak…Singo dan Tetsu memutuskan untuk membuat “revenge duo” terhadap para loser sejati kota Tokyo yang ingin membalas dendam kepada orang-orang yang layak menerimanya. Mereka membuat markas di sebuah toilet yang sudah tidak terpakai lagi dan menerima order dari para “klien” melalui bilik-bilik toilet (tanpa pernah tahu wajah masing-masing)….
dan yeah revenge selalu went wrong pada akhirnya, karena Saki, cewek yang pernah terjebak penyanderaan bus bersama mereka membuat bom dan memberikannya pada Singo..

this move cool! **** (empat bintang)

film ketiga berjudul Always san-chôme no yûhi atau Always-Sunset On Third Street dirilis tahun 2005 dan disutradarai oleh Takashi Yamazaki. Film ini berlatar belakang Tokyo pada tahun 1960..(agak-agak mirip kota eropa atau bahkan Batavia dengan trem dan laki-laki berbaju safari dan bertopi)..

ceritanya tidak terlalu kaya, tidak juga terlalu istimewa. sinematografi nya bagus. suasana dan mungkin sedikit komputer grapic untuk membangun feel kota Tokyo jaman bahuela dapet banged. Sayang tidak ada karakter yang dibuat kuat dan memorable. karena masing-masing tokoh memiliki peran penting sendiri-sendiri. plot nya juga kurang maksimal. konflik yang dibangun di awal cerita terselesaikan dengan baik dan benar and thats it!..hahaha….

center cerita adalah sekelompok orang-orang di sebuang jalan (or gang) Third Street (something like that) ada Norifumi Suzuki pemilik Suzuki’s Auto Repair. Ada Mutsuko, lulusan SMU yang mengira akan bekerja di Automotive Company dan ternyata cuma di sebuah bengkel kecil milik Suzuki. Ada Hiromi pemilik Sake Bar dan ada Ryunosuke, pemilik Candy Shop yang juga penulis cerita anak-anak yang selalu gagal memenangkan prize. dan satu karakter unik Ippei, anak kecil yang dititipkan kepada Hiromi lalu dititipkan kepada Ryunnosuke. juga pak dokter “the devil” (lupa nama dokternya sapa?) yang kehilangan istri dan anaknya akibat perang.

just see by your self.. ** (dua bintang)