time traveller machine
rasa-rasa nya saya belum menuliskan sesuatu yang “proper” untuk ulang tahun saya yang ke 24 tanggal 28 Juni kemarin. alasan pertama karena waktu itu saya tidak tahu harus menuliskan apa. padahal kalau membaca tulisan blogger lain di posting ulang tahun mereka. begitu dalam dan bermakna apa yang mereka tulis…
sudah lewat 4 hari. dan saya baru menyadari bahwa saya tidak nyaman dengan perubahan umur ke 24 tahun ini. kenapa?. bukannya takut tua. atau ingin di anggap masih muda. Memang benar kata wesly saya cuma bertambah tua tapi tidak bertambah dewasa. entahlah…i wanna stay 23, saya tidak mau jadi dewasa. saya lebih menyukai masa-masa lalu saya. periode sebelum cobaan-maha-dahsyat yang menggemparkan dunia saya terjadi. saya lebih bahagia. waktu itu masih 23 tahun.
seperti nya memang saya enggan melangkah ke masa depan. saya begitu takut akan sesuatu yang menghadang di sana. monster menakutkan. dan tidak ada harapan. saya lalu memilih diam dan duduk di tempat ini. tidak bergerak kemana-mana. di dalam gelembung dunia saya yang aman. pada periode sesudah cobaan itu datang. kadang kala air mata dan rasa sakitnya masih ada. saya bahkan menyimpan setitik dendam pada orang yang telah tega membohongi saya..
ha..ha..ha..mungkin saya memang penggemar berat sejarah. waktu ayah saya masih ada dan waktu ia masih disitu terseyum. memegang sudut2 bibir saya dan menariknya keras-keras hingga saya menangis. saya ingin masuk ke sana. pencet tombol 1982. GO!
atau saya ingin ke masa 1989-1995. bersama Andi Rahman. yang majahnya mirip Nuno Gomez. sahabat setia masa kecil saya. mengumpulkan biji-biji berwarna merah yang berjatuhan dari entah pohon bernama apa?. naik sepeda sore hari. mandi hujan. dan main ke Bandara Halim untuk melihat pesawat-pesawat AU yang terparkir di sana maupun pesawat latihan yang berlalu-lalang. kemana dia sekarang?. bolehkan saya menjenguknya?. pencet tombol 1989.anddd GO!.
atau ke tahun 1998-2004. masa-masa sekolah dan kuliah dahulu. masa kehidupan tergelap dan terliar bagi kehidupan saya. nonton acara musik underground, minum-minum di taman Panglima Polim, jadi kuli acara, sampai masa pacaran terindah dan paling santai ada pada saat itu. we’re friends…and also enemy at the same time. atau bahkan saat kami harus putus karena satu dan lain hal. sakit hati untuk pertama kalinya.
. press 1998 and GO!..
tapi ternyata saya tidak dapat memasukin dimensi waktu yang saya inginkan. semuanya sudah tertinggal di belakang. mau tidak mau saya terpaksa maju selangkah ke angka 24. walaupun sementara ini hati saya tetap menolak segala perubahan dan segala langkah yang harus saya tempuh. duh! begitu lelah. begitu sepi!. atau bahkan kadang begitu ramai nya!.
ternyata beban 1 juta kilo di hati saya adalah sebuah rindu…
tolong maaf kan saya. karena terlalu lama berdiam diri di tempat ini.
bila sekarang saya ingin melangkah. saya mulai dari mana?.